kenapa Pemerintah Provinsi Banten dianggap sebagai Kabupaten/Kota ke-tujuh?, ke-delapan kali yaa… sejak Kota Serang ada
bukankah hampir semua pegawai Pemda Kabupaten/Kota di Banten saat itu dengan sukarela dan penuh harapan menandatangani dukungan pembentukan Provinsi Banten
dan beratus bis umum dan kendaraan Pemda (beserta pegawai-pegawainya) yang disesaki ibu-ibu jamaah pengajian, mahasiswa, aktivis partai, LSM serta tak terhitung rakyat Banten “biasa” berarak sesaki gedung DPR-RI di Senayan
hmmm, teringat pidato Soekarno : Lahirnya Pancasila. Sepertinya Jembatan Emas itu terlalu berkilau saat dilewati. Kita terlalu sayang mencoreng keindahannya dengan cucuran keringat, merusak pupurnya dengan kerja keras.
Atau terlalu takut untuk hadapi kenyataan bahwa Jembatan Emas tak lebih dari jembatan, hanya untuk mengantarkan dan kini saatnya untuk turun melangkah… di provinsi ini masih banyak sawah yang gagal panen karena kebanyakan air, jalan yang tidak pantas diaspal karena sudah menjadi ikon kota dan apakah orang-orang kalah harus dibangunkan?
Kita terlalu lama duduk istirah…berkeluh kesah…
Pidato tak tertulis Soekarno di depan Dokuritu Zyunbi Tyoosakai pada tanggal 1 Juni 1945 ketika sidang membicarakan “Dasar (Beginsel) Negara kita” :
…….Saudara-saudara! Apakah yang dinamakan merdeka? Di dalam tahun ‘33 saya telah menulis satu risalah, Risalah yang bernama “Mencapai Indonesia Merdeka”. Maka di dalam risalah tahun ‘33 itu, telah saya katakan, bahwa kemerdekaan, politieke onafhankelijkheid, political independence, tak lain dan tak bukan, ialah satu jembatan emas. Saya katakan di dalam kitab itu, bahwa diseberangnya jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat.
Ibn Saud mengadakan satu negara di dalam satu malam, – in one night only! -, kata Armstrong di dalam kitabnya. Ibn Saud mendirikan Saudi Arabia merdeka di satu malam sesudah ia masuk kota Riad dengan 6 orang! Sesudah “jembatan” itu diletakkan oleh Ibn saud, maka diseberang jembatan, artinya kemudian dari pada itu, Ibn Saud barulah memperbaiki masyarakat Saudi arabia. Orang tidak dapat membaca diwajibkan belajar membaca, orang yang tadinya bergelandangan sebagai nomade yaitu orang badui, diberi pelajaran oleh Ibn Saud jangan bergelandangan, dikasih tempat untuk bercocok-tanam. Nomade dirubah oleh Ibn Saud menjadi kaum tani, – semuanya diseberang jembatan…..
Di dalam tahun 1912 Sun Yat Sen mendirikan negara Tiongkok merdeka, tetapi “Weltanschauung”nya telah dalam tahun 1885, kalau saya tidak salah, dipikirkan, dirancangkan. Di dalam buku “The three people”s principles” San Min Chu I, – Mintsu, Minchuan, Min Sheng, – nasionalisme, demokrasi, sosialisme,- telah digambarkan oleh doktor Sun Yat Sen Weltanschauung itu, tetapi baru dalam tahun 1912 beliau mendirikan negara baru diatas “Weltanschauung” San Min Chu I itu, yang telah disediakan terdahulu berpuluh-puluh tahun.….
Mendirikan negara Indonesia merdeka yang namanya saja Indonesia Merdeka, tetapi sebenarnya hanya untuk mengagungkan satu orang, untuk memberi kekuasaan kepada satu golongan yang kaya, untuk memberi kekuasaan pada satu golongan bangsawan?
Apakah maksud kita begitu? Sudah tentu tidak! Baik saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang disini, maupun saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat, bahwa bukan yang demikian itulah kita punya tujuan. Kita hendak mendirikan suatu negara “semua buat semua”. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, – tetapi “semua buat semua”.
Februari 26, 2008 at 10:31 am
dalam banyak keluh-kesah, pantaskah kita salahkan para pendiri yang “koq berani-berani-nya bikin provinsi?”
yang salah kenapa ibn saud ga tinggal di dalung…