“ada hari… matahari begitu benderang, dan setiap orang yang gw sesali-pun terlihat seperti kena efek glow dengan ketepatan rasa yang sempurna, begitu indah”

semoga pembicaraan siang tadi, di warung kopi Palima Serang, tetap seperti itu. karena rencana diskusi Kopi Dalung babak II hanya tinggal menunggu waktu.. mungkin akhir minggu ini, paling lambat akhir minggu depan karena “setelah besi menjadi pisau, mengapa lembing terlihat begitu gagah?”
ya.. bro, sepertinya kita berputar-putar, menari menikmati hangatnya adrenalin.

“Begitu banyak persoalan yang kita ketahui hari ini, sebanyak itulah yang mesti dikomunikasikan untuk mencari jalan keluar….Sejahteralah bangsa ini di tangan pemimpin yang berani, bersama orang-orang jujur, arif dan peduli…semoga”


waktu berhenti, kopi panas kapal api sepanas debu, sekasar deru truk yang mondar-mandir sampai pagi-sampai malam spanjang jalan Palima hingga Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten(KP3B), kerja lembur buat MTQ.

hmmm… rasa halus cap kupu-kupu, rasa nyaman cap ayam sumpah gw rindu.

oya,
mama yayi Aeng sepertinya siap turun gunung bersama Teater Sapulidi Rangkasbitung, sayang weekend kemaren <17/18-0208> yudi baduy blon bisa dihubungi, dan Nunung….ada yang tau?
“mencintaimu adalah kehidupan, yang tak mungkin berhenti…..”


Leave a Comment